Pages

Thursday, 26 June 2014

Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah

Dataran tinggi Dieng terletak 30 km dari kota Wonosobo, tepatnya di perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Dataran tinggi Dieng memiliki banyak candi-candi kecil kuno yang indah terhampar di kawasan dataran tinggi gunung api.
Di tempat ini Anda dapat melihat candi bercorak Hindu dengan arsitektur yang indah dan unik. Selain itu daerah wisata ini juga memiliki Dieng Plateau Theater yang menyediakan informasi keajadian alam di sekitar Dieng. Bioskop ini mampu menampung 100 kursi, memiliki taman yang asri dan sangat nyaman untuk Anda bersantai sambil dimanjakan dengan panorama indah dari rangkaian pegunungan sekitarnya.
Nama ‘Dieng’ sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu  “Di”  yang berarti tempat yang tinggi dan ”Hyang” yang artinya tempat para dewa dewi. Diartikan kemudian sebagai tempat kediaman para dewa dan dewi. Ada juga yang mengartikannya dari bahasa Jawa yaitu “adi” berarti indah, berpadu dengan kata “aeng” yang artinya aneh. Penduduk setempat kadang mengartikannya sebagai tempat yang indah penuh dengan suasana spiritual.
Dataran tinggi Dieng bagaikan negeri di atas awan. Terhampar di ketinggian 2.000 m di atas permukaan laut membuat udaranya sejuk dan menyegarkan serta ditutupi kabut tebal. Karena keindahannya yang menakjubkan inilah diyakini bahwa Dieng dipilih sebagai tempat yang sakral dan tempat bersemayamnya dewa dewi.
Anda akan melihat lumpur mendidih yang mengeluarkan gelembung, danau belerang berwarna cerah, dan kabut tebal yang menyelimuti dataran tinggi Dieng. Melihat, merasakan, dan membayangkan tempat ini secara langsung akan membuat Anda memahami mengapa masyarakat Jawa menganggap Dieng sebagai tempat yang memiliki kekuatan supernatural. Saat terpesona dengan keindahan alam Dieng maka Anda sekaligus juga merasakan getaran misterius di tempat ini.
Kawasan Dieng memiliki banyak candi-candi  kecil yang dinamai tokoh-tokoh cerita epik Mahabrata seperti Bima, Gatot kaca, Arjuna dan Srikandi. Diyakini bahwa candi-candi ini dulu digunakan sebagai tempat tinggal para pendeta yang menyebarkan ajaran Hindu.
Keindahan pemandangan alam kawasan Dieng telah banyak memukau wisatawan yang datang dan memberi kesan mendalam secara pribadi. Mulai dari danau-danau berwarna hijau dan kuning, airnya yang jernih dapat menjadi cermin, keindahan alam kawasan ini sungguh luar biasa.  Danau cermin ini merupakan fenomena keindahan dataran tinggi  Dieng yang sungguh mengagumkan.
Jika Anda mendaki ke atas dataran tinggi Dieng maka seolah berada di puncak dunia. Anda akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa saat melihat pemandangan danau yang berwarna-warni dan berkabut tebal di sekelilingnya.
Bila itu belum cukup dan Anda ingin merasakan pengalaman yang lebih spektakuler maka datanglah ke dataran tinggi Dieng untuk melihat matahari saat terbit dan terbenam dengan warna keemasan dan keperakan yang luar biasa. Sunrise yang indah ini merupakan fenomena alam yang unik dan mengagumkan  apalagi bila Anda melihatnya dari atas candi.
Saat perjalanan menuju ke daratan tinggi Dieng ini Anda akan melewati perkebunan tembakau dan pemandangan gunung yang indah.
Menelisik fenomena anak gimbal atau penduduk setempat menyebut "anak gembel" yang tinggal di Dataran Tinggi Dieng merupakan pengalaman yang unik. Menurut kepercayaan warga setempat, anak gimbal merupakan anugerah dari para dewa sehingga fenomena ini patut disukuri. Biasanya jika rambut anak gimbal dipaksakan dipotong, maka si anak akan cenderung sakit-sakitan, dan anehnya rambut gimbal anak-anak gimbal tidak secara alami tumbuh ketika mereka dilahirkan, namun tumbuh saat usia mereka menginjak 1-2 tahun.

Danau Singkarak, Sumatera Barat

Bagi anda yang gemar sekali memancing, pasti sudah cukup paham dengan keberadaan ikan Bilih. Ikan Bilih merupakan jenis ikan yang tidak dapat hidup dimanapun, selain di Danau Singkarak. Selain keunikan ikan bilih yang hanya akan dapat ditemukan di tempat ini, anda pun dapat merasakan banyaknya kenyamanan saat berkunjung di Danau. Namun, anda perlu waspada untuk melakukan aktifitas di area sekitar danau ini. Karena beberapa sumber menyatakan bahwa banyak sekali kejadian yang menyebabkan banyaknya orang hilang secara tiba-tiba saat berada di danau.
Danau Singkarak merupakan sebuah danau yang posisinya berada di dua kabupaten di Propinsi Sumatra Barat, yaitu Kabupaten Tanah datar dan Solok. Danau yang memiliki daerah aliran air sepanjang 1076 kilometer ini berfungsi sebagai penggerak PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Singkarak.

Tour De Singkarak





Tour de Singkarak merupakan salah satu kalender tetap dan mega event dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota di Sumatera Barat, dan Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI). Untuk tahun ini, TdS masih diselenggarakan dalam kelas 2.2 dan pihak penyelenggara event sedang mempersiapkan agenda survei fisik dan pertemuan koordinasi awal sebagai langkah strategis persiapan pelaksanaan.

Hingga tahun ke-5 pelaksanaannya TdS telah membuahkan dampak positif di berbagai bidang terutama mempromosikan Sumatera Barat ke mancanegara. Event ini memacu pembangunan infrastruktur daerah serta membuka akses wilayah untuk pasar dan investasi. Secara bertahap kegiatan TdS melahirkan dampak berantai efek ekonomi  diantaranya tumbuhnya perhotelan, transportasi, kuliner, kerajinan, dan  tujuan wisata. Bagi masyarakat Sumatera Barat sendiri, mega event ini akan memberi dampak positif beragam usaha ekonomi kreatif di sekitar wilayah yang dilalui rute lomba.

Dalam bidang olahraga balap sepeda, Tour de Singkarak telah memberikan dampak positif dan inspirasi bagi kemunculan berbagai lomba balap sepeda internasional lainnya di Indonesia. Tour de Singkarak juga telah menempatkan dirinya sebagai wadah dan ajang evaluasi performa atlet sekaligus tempat latihan dengan jalur menantang serta lawan yang kompetitif.

Secara internasional, banyak pembalap mancanegara begitu antusias ikut serta dan begitu juga sambutan masyarakat Sumatera Barat. Bahkan event ini termasuk ajang balap sepeda internasional yang paling besar ditonton dan paling meriah. Saat lomba ini dilangsungkan, jumlah berita yang muncul sangat besar karena media yang ikut hadir meliput datang dari berbagia media termasuk televisi, radio, media massa cetak dan juga online.
Tour de Singkarak Digelar Juni 2014

Pantai Sawarna, Banten

Pantai Sawarna merupakan tempat wisata pantai baru di sisi selatan Propinsi Banten. Dan sejak tahun 2000-an mulai banyak pengunjung yang mengunjungi Pantai Sawarna. Nama Pantai Sawarna populer lewat dunia maya dan termasuk obyek wisata baru yang populer di abad ini. Tempat wisata lain yang potensial menjadi tempat wisata baru adalah Pantai Indrayanti di Yogyakarta dan Situs Gunung Padang di Cianjur Jawa Barat.
Kawasan ini dulunya berupa hutan pantai yang dikenal dengan nama Desa Siluman. Kawasan eks desa siluman itu kini bangkit menjadi tujuan wisata yang lebih menarik daripada Pelabuhan Ratu di Sukabumi. Pantai ini masih berada dalam satu garis pantai dengan Pelabuhan Ratu. Kawasan ini dapat dikatakan sebagai mutiara baru di selatan Banten.
Pantai ini memiliki keunikan. Gerbang pantai Sawarna dengan Desa Sawarna dipisahkan oleh aliran sungai dangkal yang cukup lebar. Siapapun yang ingin pergi ke desa tersebut harus melewati jembatan kayu gantung.  Tentu in imenjadi pengalaman unik dan menantang layaknya sedang mengikuti outbound.

Lokasi dan Akses

Pantai Sawarna terletak di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Berjarak 150 km dari Rangkasbitung, Ibu Kota Kabupaten Lebak.  Pesona Pantai Sawarna sangat lengkapdengan adanya gelombang spektakuler dan menantang untuk para pencinta olahraga selancar. Salah satu lokasi favorit peselancar mancanegara adalah Ciantir.
Pemerintah belum melihat serius potensi wisata Pantai Sawarna. Ini terlihat dari belum adanya petunjuk arah di papan petunjuk jalan warna hijau keluaran DLLAJ. Selain itu, jalan untuk ke pantai ini juga masih belum memadai. Namun jangan khawatir, pecinta wisata pantai dan fotografi sudah banyak yang mengulas keindahan dan serba-serbi pantai Sawarna. Termasuk keberadaan situs ini adalah menghadirkan informasi potensi pantai Sawarna.
Pantai Sawarna bisa ditempuh dari dua arah, yaitu dari Jakarta ke arah Barat via Pandeglang atau dari Jakarta ke selatan via Pelabuhan Ratu di Sukabumi dan menyusur pesisir selatan. Rute Jakarta-Tangerang-Tigaraksa-Lebak-Malingping-Bayah bisa memakan waktu 6,5-7 jam. Sedang Rute Jakarta-Sukabumi via Pelabuhan Ratu hanya perlu 4,5 jam saja. Secara umum, untuk saat ini melewati Sukabumi lebih nyaman dengan jalan yang lebih bagus dari Lebak ditambah banyaknya pesona alam selama perjalanan. Kalau suatu saat pemda Banten membuat akses ke Pantai Sawarna dengan jalan 4 lajur seperti Tigaraksa, tentu akan lebih cepat melalui Tigaraksa-Lebak.

Keindahan Pantai Sawarna

Menurut penuturan warga setempat, untuk saat ini saja setidaknya sudah ratusan pengunjung setiap harinya. Dan berkunjung beberapa jam saja masih terasa kurang untuk mengeksplorasi semua pesona alam di sektiar pantai Sawarna. Memang belum ada pengelola yang menyiapkan berbagai fasilitas dan informasi namun warga setempat banyak yang berinisiatif untuk membuat homestay dengan tarif Rp 120.000,- per orang per hari sudah termasuk makan.
Kondisi homestay relatif sama. Hanya saja ada pemilik yang sengaja melengkapi fasilitas dengan penyejuk ruangan (AC) dan TV parabola. Salah satunya adalah Hula-hula Homestay, anda bisa menghubungi ibu Mila di nomor HP 081646992036.
Kalau ada waktu, sempatkan untuk menginap 2-3 hari di Pantai Sawarna. Di sekitar pantai ini terdapat banyak keindahan alam yang masih perawan alias belum dikembangkan menjadi tempat wisata. Tempat-tempat eksotik itu diantaranya Tanjung Layar, Pulau Bokor (Cipamadangan), Pulau Manuk , dan Gua Laylay. Gua Laylay adalah kerajaan kelelawar karena dihuni ribuan kelelawar liar. Dan mungkin saja bisa jadi batman di Gua Laylay.
Dengan keindahan alam di Pantai Sawarna ini, banyak pecinta fotografi bereksplorasi. Banyak pula wisatawan mancanegara yang telah berkunjung, salah satunya dari Denmark. Semoga dengan banyaknya pemberitaan di dunia maya (internet), pemerintah setempat sadar untuk memajukan kawasan ini menjadi tempat wisata favorit dengan akses jalan yang memadai.

Pulau Kakaban, Kalimantan Timur

Pulau Kakaban termasuk pulau favorit wisatawan di kawasan kepulauan Derawan. Pulau ini sangat unik dan eksotis. Bagaimana tidak? Perhatikan saja dari foto udara. Sebuah pulau lazimnya berupa daratan luas. Namun tidak dengan Pulau Kakaban. Daratannya hanya seperti dinding pembatas sebuah danau raksasa di tengahnya. Danau ini merupakan danau purba yang terbentuk dari proses geologi jutaan tahun lalu.
Di Pulau Kakaban jangan pernah melewatkan momen terindah di dalam laut. Berenang bersama ikan manta Ray atau ikan pari. Ikan ini bisa berada dekat sekali dengan penyelam tanpa merasa terganggu. Jika anda beruntung, anda akan bertemu dengan manta ray raksasa sepanjang enam meter.

Pulau Kakaban memang tempat wisata spesial untuk para penyelam.  Tak kurang dari sembilan titik penyelaman (diving point). Delapan diantaranya di sisi luar pulau menghadap laut dan satu di sisi dalam pulau berupa danau. Di sisi luar pulau kondisinya lebih mirip dengan penyelaman di laut lepas dan boleh jadi hiu biru akan menghampiri anda. Sedang di danaunya, anda bisa menemukan ubur-ubur (jelly fish) tanpa sengat berbeda dengan ubur-ubur kebanyakan. Sehingga anda tak perlu khawatir kesetrum ubur-ubur.
Sembilan titik penyelaman di Pulau Kakaban adalah North Face, The Draft, Divers Delight, Rainbow Run, The Plateau, The Wall, Cabbage Patch, Barracuda Point, dan Jelly Fish lake.
Pulau Kakaban merupakan lingkungan laut eksepfora. Pulau ini muncul ketika jaman Holosen, sekitar 19000 SM telah menjebak  5 kilometer persegi air laut. Air laut ini terjebak dalam 50 meter punggungan, mengubah daerah tersebut tapak seperti daratan-laut-danau.  Tempat lain yang mirip seperti ini hanya Pulau Mikronesia yang lebih dominan seperti padang pasir .

Beberapa spesies aneh dan hewan khas layak diamati di kedalaman danau. Perjalanan selama ribuan tahun, membuat adaptasi menjadi sebuah ekosistem yang sangat unik untuk sebuah lingkungan air payau. Danau yang penuh dengan sedikitnya 4 jenis ikan jelly stingless termasuk salah satu yang terbaik jenis Cassiopea (Cassiopea Xamachana).
Sekitar tiga spesies alga hijau Halimeda menutupi dasar danau pulau Kakaban dan akar mangrove hidup berdampingan dengan tunicates, spons, cacing tabung, bihalves, krustasea, anemon, mentimun laut, ular laut dan sedikitnya lima species ikan gobi. Banyak juga spesies tak dikenal berada dalam kelimpahan. Seorang peneliti Dr Thomas Tomascik dari Kanada menyebut Kakaban sebagai surga biota laut.
Pulau Kakaban  masih menyimpan misteri bagaimana tumbuhan danau dan hewan yang mampu bertahan dalam sistem terisolasi hingga kini menjadi bahan perbincangan menarik para ilmuwan kelautan dan geologi. Ribuan ubur-ubur, barakuda, tuna dan hiu biru banyak ditemukan Barracuda Point, Pulau Kakaban.